Wednesday, December 21, 2016

Profil Cut Mutia

PESAN SEKARANG
Tjoet Nyak Meutia atau lebih mudah dituliskan Cut Mutia adalah seorang Pahlawan Nasional berparas cantik bak bidadari namun keberaniannya bagaikan momok menakutkan bagi Belanda, Cut Mutia mempunyai jasa besar dalam sejarah Indonesia, sehingga tidak heran jika wajahnya dipilih menjadi salah satu dari 12 Pahlawan Nasional yang menghiasi uang baru NKRI emisi 2016 dimana gambar Cut Mutia akan dicetak pada pecahan Rp. 1.000 (seribu rupiah) yang telah resmi dirilis secara bersamaan 11 uang NKRI desain baru oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 19 Desember 2016. Sesuai Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas dan Rupiah logam NKRI, Bank Indonesia telah resmi menerbitkan 7 (tujuh) pecahan uang rupiah kertas dan 4 (empat) pecahan uang rupiah logam.

Profil Tjoet Nyak Meutia / Cut Mutia



Artikel Ditulis Oleh Jengkar Wasana
Sumber : Wikipedia

Mengenal Lebih Dalam Siapakah Tjoet Nyak Meutia / Cut Mutia

Tjoet Nyak Meutia / Cut Mutia dilahirkan di Keureutoe, Pirak Aceh Utara 1870, perjuangannya bermula ketika melawan Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuju Tjik Tunong, namun pada bulan Maret 1905 suaminya wafat dihukum mati di tepi pantai Lhoksemawe setelah ditangkap oleh Belanda. Setelah itu Cut Mutia menikah dengan Pang Nagroe sesuai wasiat almarhum suaminya untuk menikahi sahabatnya itu dan bergabung dengan pasukan lainnya dibawah pimpinan Teuku Muda Gantoe. Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausee di Paya Cicem, Cut Mutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanan hingga akhirnya tewas pada tanggal 26 September 1910.
Cut Mutia tidak menyerah, ia bangkit dan terus melakukan perlawanan bersama sisa-sisa pasukkannya kemudian menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara. Namun pada tanggal 24 Oktober 1910, Cut Mutia bersama pasukkannya bentrok dengan Marechausée di Alue Kurieng. Dalam pertempuran itu Tjoet Njak Meutia gugur.
Cut Mutia adalah putri satu-satunya dari pasangan Teuku Ben Daud Pirak dan Ibu Cut Jah, empat saudara laki-laki lainnya adalah Teuku Cut Beurahim, Teuku Muhammadsyah, Teuku Cut Hasan dan Teuku Muhammad Ali. Keluarganya tinggal di daerah Uleebalang Pirak, sebuah daerah yang berdiri dan memiliki pemerintahan sendiri juga memiliki kehakiman yang dapat memutuskan perkara-perkara tingkat rendah. Saat daerah Uleebalang Pirak berada di bawah pimpinan ayah Cut Mutia yaitu Teuku Ben Daud suasanya penuh dengan ketenangan dan kedamaian, karena Teuku Ben Daud selalu memberikan perhatian penuh kepada rakyatnya dan tidak pernah mau tunduk dan patuh pada Belanda. Selain dikenal sebagai seorang pemimpin yang adil dan bijaksana Teuku Ben Daud juga seorang Ulama yang terkenal, mungkin hal ini juga yang menurun menjadi sifat ksatria pada diri Cut Mutia.


Tjoet Nyak Meutia / Cut Mutia meninggal pada 24 Oktober 1910 dan dimakamkan di Alue Kurieng Aceh, ia menjadi Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964.

Pada desain baru uang NKRI ada  12 Pahlawan Nasional yang menghiasi uang baru NKRI emisi 2016, 12 pahlawan tersebut adalah sebagai berikut :

12 PAHLAWAN NASIONAL YANG MENGHIASI UANG BARU NKRI


Dr. (H.C.) Ir. Soekarno pada desain mata uang baru pecahan Rp.100.000
Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta pada desain mata uang baru pecahan Rp.100.000
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja pada desain mata uang baru pecahan Rp.50.000
Dr. G.S.S.J. Ratulangi pada desain mata uang baru pecahan Rp.20.000
Frans Kaisiepo pada desain mata uang baru pecahan Rp.10.000
Dr. K.H. Idham Chalid pada desain mata uang baru pecahan Rp.5.000
Mohammad Hoesni Thamrin pada desain mata uang baru pecahan Rp.2.000
Tjut Meutia pada desain mata uang baru pecahan Rp.1.000
Mr. I Gusti Ketut Pudja pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.1.000
Letjen TNI (Purn) TB Simatupang pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.500
Dr. Tjiptomangunkusumo pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.200

Prof. Dr. Ir. Herman Johanes pada desain mata uang l
PESAN SEKARANG