Wednesday, December 21, 2016

Profil I Gusti Ketut Pudja

PESAN SEKARANG
I Gusti Ketut Pudja adalah seorang Pahlawan Nasional yang pernah ikut serta saat perumusan naskah teks proklamasi ini jasa-jasanya begitu besar dalam sejarah Indonesia, sehingga tidak heran jika wajahnya dipilih menjadi salah satu dari 12 Pahlawan Nasional yang menghiasi uang baru NKRI emisi 2016 dimana gambar I Gusti Ketut Pudja akan dicetak pada pecahan uang logam Rp. 1.000 (seribu rupiah) yang telah resmi dirilis secara bersamaan 11 uang NKRI desain baru oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 19 Desember 2016. Sesuai Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas dan Rupiah logam NKRI, Bank Indonesia telah resmi menerbitkan 7 (tujuh) pecahan uang rupiah kertas dan 4 (empat) pecahan uang rupiah logam.

Profil I Gusti Ketut Pudja



Artikel Ditulis Oleh Jengkar Wasana
Sumber : Wikipedia

Mengenal Lebih Dalam Siapakah I Gusti Ketut Pudja

I Gusti Ketut Pudja Lahir pada tanggal 19 Mei 1908 ini adalah putra dari pasangan I Gusti Nyoman Raka dan Jero Ratna Kusuma yang merupakan keluarga bangsawan sehingga membuat I Gusti Ketut Pudja tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh pendidikan, hingga akhirnya mendapatkan gelar Meester in de Rechten dari Rechts Hoge School di Jakarta pada tahun 1934 saat usianya 25 tahun kemudian bekerja di sebuah kantor residen Bali dan Lombok di Singaraja.

Karirnya di bidang politik dimulai saat terpilih menjadi salah satu anggota PPKI yang diketuai oleh Ir Soekarno mewakili Sunda Kecil, namanya tercatat dalam perumusan naskah teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda pada tanggal 16 Agustus 1945 juga menjadi saksi sejarah terpenting bagi bangsa Indonesia. Saat perumusan teks Pancasila I Gusti Ketut Pudja termasuk yang tidak setuju dengan bunyi sila pertama dan mengusulkan menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, hal ini disetujuia setelah Moh. Hatta berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hasan, Kasman Singodimejo dan Ki Bagus Hadikusumo yang bersamaan dengan ditetapkannya rancangan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 pada sidang PPKI pertama Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Kemudian pada tanggal 22 Agustus 1945 Presiden Soekarno mengangkat I Gusti Ketut Pudja sebagai Gubernur Sunda Kecil dengan tugas pertamanya menyebarluaskan proklamasi kemerdekaan dan menjelaskan konsep dan struktur pemerintahan pada masyarakat hingga ke pelosok. I Gusti Ketut Pudja sempat ditangkap oleh Jepang saat memerintahkan para pemuda untuk melucuti Jepang yang sebagian masih berada di Bali. Jabatan lain yang juga pernah diemban oleh I Gusti Ketut Pudja adalah sebagai pejabat di Departemen Dalam Negeri dan sempat juga menjadi ketua BPK hingga selesai pada tahun 1968.
I Gusti Ketut Pudja meninggal pada tanggal 4 Mei 1977 saat usianya 68 tahun, atas jasanya Presiden Soeharto pada saat itu menganugerahkan penghargaan Bintang Mahaputera Utama kepada I Gusti Ketut Pudja dan akhirnya pada tahun 2001 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 113/TK/2011

Pada desain baru uang NKRI ada  12 Pahlawan Nasional yang menghiasi uang baru NKRI emisi 2016, 12 pahlawan tersebut adalah sebagai berikut :

12 PAHLAWAN NASIONAL YANG MENGHIASI UANG BARU NKRI


Dr. (H.C.) Ir. Soekarno pada desain mata uang baru pecahan Rp.100.000
Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta pada desain mata uang baru pecahan Rp.100.000
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja pada desain mata uang baru pecahan Rp.50.000
Dr. G.S.S.J. Ratulangi pada desain mata uang baru pecahan Rp.20.000
Frans Kaisiepo pada desain mata uang baru pecahan Rp.10.000
Dr. K.H. Idham Chalid pada desain mata uang baru pecahan Rp.5.000
Mohammad Hoesni Thamrin pada desain mata uang baru pecahan Rp.2.000
Tjut Meutia pada desain mata uang baru pecahan Rp.1.000
Mr. I Gusti Ketut Pudja pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.1.000
Letjen TNI (Purn) TB Simatupang pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.500
Dr. Tjiptomangunkusumo pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.200

Prof. Dr. Ir. Herman Johanes pada desain mata uang l
PESAN SEKARANG