Wednesday, December 21, 2016

Profil Juanda

PESAN SEKARANG
Juanda adalah seorang Pahlawan Nasional yang terkenal dengan salah satu sumbangan terbesarnya yaitu Deklarasi Djuanda pada tahun 1957 yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam Kepulauan indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI atau dikenal dengan sebutan sebagai negara Kepulauan dalam konvensi hukum laut United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS), mempunyai jasa besar dalam sejarah Indonesia, sehingga tidak heran jika wajahnya dipilih menjadi salah satu dari 12 Pahlawan Nasional yang menghiasi uang baru NKRI emisi 2016 dimana gambar Juanda akan dicetak pada pecahan Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) yang telah resmi dirilis secara bersamaan 11 uang NKRI desain baru oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 19 Desember 2016. Sesuai Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas dan Rupiah logam NKRI, Bank Indonesia telah resmi menerbitkan 7 (tujuh) pecahan uang rupiah kertas dan 4 (empat) pecahan uang rupiah logam.

Profil Juanda



Artikel Ditulis Oleh Jengkar Wasana
Sumber : Wikipedia

Mengenal Lebih Dalam Siapakah Juanda

Ir. Raden Haji Djoeanda Kartawidjaja dilahirkan Ir. H. Djuanda dilahirkan di Kota Tasikmalaya pada tanggal 14 Januari 1911, mempunyai 3 adik laki-laki dan 2 perempuan; ayahnya seorang Guru Muda dan ibunya sebagai Ibu Rumah Tangga. Beliau sekolah HIS (Sekolah Rakyat Pribumi) di Tasikmalaya kemudian meloncat ke ELS (Sekolah Rakyat Belanda) lulus pada tahun 1924. Lalu melanjutkan sekolah ke HBS di Jalan Belitung Bandung dengan prestasi Iulus dengan baik pada tanggal 1 Mei 1929. selanjutnya beliau melanjutkan pendidikannya di Technische Hogeschool Bandung (ITB) lulus sebagai Civil Ingineur pada tanggal 6 Mei 1933. Sumbangannya yang terbesar dalam masa jabatannya adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau dikenal dengan sebutan sebagai Negara Kepulauan dalam konvensi hukum laut United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS).
Isi dari Deklarasi Juanda ini menyatakan:
1.   Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri
2.   Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan
3.   Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan :
1.  Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat
2.  Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan
3.  Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI

Dengan titel sarjana beliau menjadi guru di MULO Kramat Jakarta. Dan karir selanjutnya pada tahun 1939 Ir. H. Djuanda diangkat menjadi Staf Ahli pada Jawatan Pengairan Propinsi Jawa Barat (DPU berkantor di Kramat Jakarta). Berdasarkan Maklumat Kementerian Perhubungan Nomor : 1/KAI1 946 tanggal 23 Januari 1946 beliau diangkat sebagai Menteri Kemakmuran. Dalam masa baktinya ini banyak hasil karya Sipil Arsitektur yang dibangun antara lain: Lapangan Terbang ALRI di
Waru dan Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Pada tanggal 24 maret 1946 beliau diangkat sebagai Direktur Bitt Perancang Negara dalam Kabinet Ali Sastroamijoyo (Kabinet II RI), beliau adalah salah satu Menteri yang tidak berpartai. Pada tanggal 8 April 1957 berdasarkan Putusan Presiden Nomor: 3 tahun 1957 Ir. H. Djuanda diangkat oleh
Presiden Soekarno sebagai Perdana Menteri sekaligus memimpin Kementerian Pertahanan. Namanya diabadikan sebagai nama lapangan terbang di Surabaya atas jasanya dalam memperjuangkan pembangunan lapangan terbang tersebut sehingga dapat terlaksana. Selain itu juga diabadikan untuk nama hutan raya di Bandung yaitu Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang didalamnya terdapat sebuah museum dan monumen Ir. H. Djuanda. Djuanda wafat di Jakarta 7 November 1963 karena serang jantung dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.244/1963 Ir. H. Djuanda Kartawidjaja diangkat sebagai tokoh nasional/pahlawan kemerdekaan nasional.



Pada desain baru uang NKRI ada  12 Pahlawan Nasional yang menghiasi uang baru NKRI emisi 2016, 12 pahlawan tersebut adalah sebagai berikut :

12 PAHLAWAN NASIONAL YANG MENGHIASI UANG BARU NKRI


Dr. (H.C.) Ir. Soekarno pada desain mata uang baru pecahan Rp.100.000
Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta pada desain mata uang baru pecahan Rp.100.000
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja pada desain mata uang baru pecahan Rp.50.000
Dr. G.S.S.J. Ratulangi pada desain mata uang baru pecahan Rp.20.000
Frans Kaisiepo pada desain mata uang baru pecahan Rp.10.000
Dr. K.H. Idham Chalid pada desain mata uang baru pecahan Rp.5.000
Mohammad Hoesni Thamrin pada desain mata uang baru pecahan Rp.2.000
Tjut Meutia pada desain mata uang baru pecahan Rp.1.000
Mr. I Gusti Ketut Pudja pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.1.000
Letjen TNI (Purn) TB Simatupang pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.500
Dr. Tjiptomangunkusumo pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.200
Prof. Dr. Ir. Herman Johanes pada desain mata uang l
PESAN SEKARANG