Monday, December 19, 2016

Profil Prof.Dr.Ir. Herman Johannes

PESAN SEKARANG
Herman Johannes atau Herman Yohanes adalah seorang pahlawan Indonesia yang dikenal sebagai seorang cendekiawan yang jasa-jasanya tidak bisa dipandang sebelah mata, sehingga tidak heran jika wajahnya menjadi salah satu dari 12 Pahlawan Nasional yang menghiasi uang baru NKRI emisi 2016 dimana gambar Herman Yohanes akan dicetak pada pecahan Rp. 100 (seratus rupiah) yang telah resmi dirilis bersamaan dengan 11 uang NKRI desain baru lainnya oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 19 Desember 2016. Sesuai Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas dan Rupiah logam NKRI, Bank Indonesia telah resmi menerbitkan 7 (tujuh) pecahan uang rupiah kertas dan 4 (empat) pecahan uang rupiah logam.

Profil Prof.Dr.Ir. Herman Johannes


Gambar Prof.Dr.Ir. Herman Johannes
Artikel Ditulis Oleh Jengkar Wasana
Sumber : Wikipedia

Mengenal Lebih Dalam Siapakah Herman Yohanes

Prof.Dr.Ir. Herman Johannes yang sering juga ditulis dengan Herman Yohanes dilahirkan di Rote, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 28 Mei 1912. Herman Yohanes pernah berkarir di bidang Militer namun namanya banyak dikenal sebagai seorang ilmuwan, saat itu ketika Indonesia sedang mengalami krisis persenjataan Herman Yohanes menerima Surat Perintah dari Kapten (kavaleri) Soerjosoemarno atas nama Letnan Jenderal Urip Sumohardjo yang saat itu menjadi Kepala Staf Umum Kementerian Keamanan Rakyat untuk membangun sebuah laboratorium persenjataan. Setelah hadir di Markas Tertinggi Tentara di Yogyakarta, Herman Yohanes menerima perintah tersebut namun dengan satu syarat, yaitu jika laboratorium sudah berdiri dan berproduksi maka penanganannya dilanjutkan orang lain karena Herman Yohanes ingin melanjutkan kariernya di bidang pendidikan. Laboratorium persenjataan tersebut berhasil dibuka dan dibawah kepemimpinannya berhasil memproduksi berbagai macam bahan peledak seperti bom asap dan granat tangan.
Selesai bertugas di Laboratorium Persenjataan di Yogyakarta tersebut, Herman Yohanes melanjutkan pendidikannya ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) setelah lulus dari AMS Salemba di Jakarta pada tahun 1934. Herman Yohanes lulus tahap III candidaat-ingenieur namun tidak bisa menyelesaikan tahap IV karena jatuhnya Hindia Belanda yang membuat THS Bandung tutup pada tanggal 8 maret 1942. Baru pada bulan Oktober tahun 1946 Herman Yohanes menyelesaikan studinya di STT Bandung di Yogyakarta yang menjadi cikal bakal Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dimana Herman Yohanes menjadi salah satu perintisnya. Di Yogyakarta Herman Yohanes juga aktif berperan dalam perjuangan, dengan pengalamannya bergerilya ikut serta dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Herman Yohanes menikahi seorang putri raja dari wilayah Lei di Pulau Rote, bernama Annie Marie Gilbertine Amalo pada tahun 1955 dan dikaruniai empat anak. Karena besarnya jasa dalam perang kemerdekaan Herman Yohanes dianugerai Bintang Gerilya pada tahun 1958 oleh Pemerintah Republik Indonesia dan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada saat peringatan Hari Pahlawan tahun 2009. Herman Yohanes meninggal dunia pada tanggal 17 Oktober 1992 karena kanker prostat dan dimakamkan di Pemakaman Keluarga UGM di Sawitsari Yogyakarta sesuai amanatnya sebelumnya meninggal meskipun sebagai pemegang gelar Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputra berhak dimakamkam di Taman Makam Pahlawan.

Karir Pendidikan Herman Yohanes
1921 = Sekolah Melayu, Baa, Rote, NTT
1922 = Europesche Lagere School (LSS) Kupang, NTT
1928 = Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Makassar, Sulawesi Selatan
1931 = Algemene Middelbare School (AMS), Batavia
1934 = Technische Hogeschool (THS) Bandung

Penghargaan Yang Pernah Diraih Herman Yohanes
Bintang Gerilya,1958
Satya Lencana Perjuangan Kemerdekaan, 1961
Satya Lencana Wirakarya, 1971
Bintang Mahaputra, 1973
Doktor Honoris Causa, UGM, 1975
Bintang Legiun Veteran RI, 1981
Anugerah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, 1991
Pahlawan Nasional, 2009

Riwayat Pekerjaan Herman Yohanes
Guru, Cursus tot Opleiding van Middelbare Bouwkundingen (COMB), Bandung, 1940
Guru, Sekolah Menengah Tinggi (SMT), Jakarta, 1942
Dosen Fisika, Sekolah Tinggi Kedokteran, Salemba, Jakarta, 1943
Lektor, Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung di Yogyakarta, 1946–1948
Mahaguru, STT Bandung di Yogyakarta, Juni 1948
Dekan Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta, 1951–1956
Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FIPA) UGM, Yogyakarta , 1955–1962
Rektor UGM, Yogyakarta, 1961–1966
Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti), DIJ-Jateng, 1966–1979
Ketua, Regional Science and Development Center (RSDC), Yogyakarta, 1969

Jabatan Yang Pernah Diemban Herman Yohanes
Anggota, Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), 1945–1946
Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga RI, 1950–1951
Anggota Executive Board UNESCO, Paris, 1954-1957
Anggota Dewan Nasional, 1957–1958
Anggota Dewan Perancang Nasional (Deppernas), 1958–1962
Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (DPA), 1968–1978
Anggota Komisi Empat (Tim Pemberantasan Korupsi), 1970
Anggota, Panitia Istilah Teknik, Departemen Pekerjaan Umum RI, 1969–1975
Anggota Majelis Bahasa Indonesia-Malaysia (MABIM), 1972–1976
Anggota Pepunas Ristek, Jakarta, 1980–1985
Anggota  Dewan Riset Nasional, 1985–1992

Perjalanan Karir Militer Herman Yohanes
Kepala Laboratorium Persenjataan, Markas Tertinggi Tentara, Yogyakarta, 1946
Anggota Pasukan Akademi Militer Yogyakarta, Sektor Sub-Wehrkreise 104, Desember 1948–Juni 1949
Dosen, Akademi Militer Yogyakarta, 1946–1948
Pangkat terakhir: Mayor TNI, 1949

Komandan Resimen Mahakarta, 1962–1965


Pada desain baru uang NKRI ada  12 Pahlawan Nasional yang menghiasi uang baru NKRI emisi 2016, 12 pahlawan tersebut adalah sebagai berikut :

12 PAHLAWAN NASIONAL YANG MENGHIASI UANG BARU NKRI


Dr. (H.C.) Ir. Soekarno pada desain mata uang baru pecahan Rp.100.000
Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta pada desain mata uang baru pecahan Rp.100.000
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja pada desain mata uang baru pecahan Rp.50.000
Dr. G.S.S.J. Ratulangi pada desain mata uang baru pecahan Rp.20.000
Frans Kaisiepo pada desain mata uang baru pecahan Rp.10.000
Dr. K.H. Idham Chalid pada desain mata uang baru pecahan Rp.5.000
Mohammad Hoesni Thamrin pada desain mata uang baru pecahan Rp.2.000
Tjut Meutia pada desain mata uang baru pecahan Rp.1.000
Mr. I Gusti Ketut Pudja pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.1.000
Letjen TNI (Purn) TB Simatupang pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.500
Dr. Tjiptomangunkusumo pada desain mata uang logam baru pecahan Rp.200
Prof. Dr. Ir. Herman Johanes pada desain mata uang l
PESAN SEKARANG